Logo
LPMP Lampung
images

Direktur Jenderal GTK Kemendikbud, Supriono

Kemendikbud Fokus Pembenahan Kualitas Sekolah Negeri

Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Pendekatan zonasi tidak hanya diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa pendekatan serupa akan digunakan untuk membenahi kualitas sekolah negeri. Termasuk belum meratanya sarana dan prasarana serta persebaran guru.

Ini dikemukakan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano, usai pihaknya telah melakukan pertemuan dengan seluruh kepala dinas dari 34 provinsi.

Dalam rakor tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy meminta segera dilakukan pemerataan guru per zona bagi sekolah negeri. “Jangan terjadi penumpukan guru PNS dan sudah bersertifikat di salah satu sekolah. Harus disebar ke sekolah yang ada di zona,” ungkapnya kemarin.

Harapannya, semua sekolah memiliki mutu baik. Sejauh ini yang sudah melakukan distribusi guru per zona adalah Provinsi Kalimantan Utara. “Rencananya kami mengadakan rakor bersama Kemendagri, Men PAN-RB, BKN, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar Supriano. Pertemuan tersebut akan membicarakan kebutuhan guru di setiap daerah.

Sistem zonasi memang dipakai pemerintah untuk memetakan masalah pendidikan dalam lingkup yang lebih kecil. Dengan begitu, persoalan akan mudah diketahui secara detail. Misalnya, persoalan daya tampung sekolah dan persebaran guru berkualitas.

Dengan mengetahui persoalan yang lebih detail, perbaikan akan lebih tepat. “Jadi, nanti kalau memang terbukti daya tampungnya tidak mencukupi, kan bisa kita tambah. Buat sekolah baru,” tutur Mendikbud.

Begitu pula dengan distribusi guru yang tidak merata, karena itu bakal ada rotasi guru setelah pengkajian yang kini sedang dilakukan tingkat kementerian dan daerah.

Sumber : https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/kemendikbud-fokus-pembenahan-kualitas-sekolah-negeri


TAG