Logo
LPMP Lampung
images

Desain gambar oleh Freepik (https://www.freepik.com/)

Pembelajaran Inovasi Memasuki Era Pendidikan 4.0

Perubahan dalam kehidupan masyarakat saat ini maju dengan pesat, industri 4.0 berkembang dengan mencipta sesuatu yang baru, dan dengan adanya perubahan-perubahan baru yang begitu cepat, pendidikan sebagai suatu bagian kehidupan masyarakat harus mempersiapkan berbagai perubahan yang terjadi, agar dapat diantisipasi melalui upaya memperbaiki proses pendidikan dan pembelajaran

Kita dapat melihat keberhasilan suatu negara  menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas, sangat tergantung pada kualitas penyelenggaraan kegiatan atau proses belajar-mengajar di sekolah dan lembaga pendidikan sejenis yang diselenggarakan untuk seluruh lapisan rakyat Indonesia. Sedang dalam kenyataannya sulit untuk dibantah bahwa kualitas kegiatan atau proses belajar mengajar tersebut, sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh faktor guru dalam mengimplementasikan jabatan/pekerjaan sebagai sebuah profesi.

Permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah, mutu pendidikan Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Survei Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang baru saja dirilis pada Selasa (3/12/2019) menyatakan studi ini menilai 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara setiap tiga tahun sekali. Studi ini membandingkan kemampuan matematika, membaca, dan kinerja sains dari tiap anak.

Untuk kategori kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 6 dari bawah alias peringkat 74. Skor rata-rata Indonesia adalah 371, berada di bawah Panama yang memiliki skor rata-rata 377. Lantas, untuk kategori matematika, Indonesia berada di peringkat 7 dari bawah (73) dengan skor rata-rata 379. Indonesia berada di atas Arab Saudi yang memiliki skor rata-rata 373. Kemudian untuk peringkat satu, masih diduduki China dengan skor rata-rata 591. Survei PISA ini merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia (news.detik.com Selasa, 03 Des 2019 19:29 WIB)

Berdasarkan pada kondisi tersebut, terlihat mutu pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Hal ini memberikan dampak kurang mampunya pendidikan menghasilkan sumber daya manusia yang mandiri,  yang memiliki etos kerja tinggi serta produktif untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Akibat rendahnya kwalitas SDM  berakibat pada  tingginya tingkat pengangguran lulusan  jenjang sekolah tingkat atas maupun sarjana serta kecendrungan untuk hanya menjadi pekerja kelas menengah. Dengan kata lain pendidikan di Indonesia masih kurang memenuhi harapan masyarakat akan lulusan  yang bermutu.

Pada abad ini, sangat diperlukan paradigma dalam belajar dengan melakukan perubahan atau reformasi dalam pembelajaran guna mencari cara-cara baru yang lebih efektif dalam pembelajaran. Disinilah tuntutan peran kreativitas guru untuk menemukan serta melaksanakan kinerja yang inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ini adalah tantangan yang dapat dibilang tidak hanya berfokus pada yang diajarkan, tetapi juga cara pengajarannya yang mana pendidikan tersebut sendiri didasarkan pada kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan yang ada di masa depan.

Dunia pendidikan sebagai suatu sub sistem kehidupan masyarakat perlu menyikapi dengan terbuka berbagai inovasi yang ada dalam dunia pendidikan, maupun yang terjadi dalam bidang kehidupan lainnya sebagai upaya untuk mengintegrasikannya agar dapat dicapai suatu kondisi pendidikan yang tidak tertinggal dengan perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai akibat akumulasi inovasi. Mengacu pada permasalahan yang telah dikemukakan diatas, kajian pembelajaran inovasi memasuki era pendidikan 4.0 merupakan tuntutan dalam dunia pendidikan yang merupakan suatu keharusan untuk selalu mencermati perubahan-perubahan yang terjadi untuk menghadapi industri 4.0. (*)

Selengkapnya...

*) Penulis : Wiwi Fitriyani, S.Psi, M.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda LPMP Lampung


TAG

Dipost Oleh Solekul Hadi

Penyusun Informasi dan Publikasi